Aku kerja buat apa(siapa)??
Lagi sedih…
Tadi malam aku dan Ando sampai rumah jam 23.35 wib habis diundang sahabat kami yang papa tercintanya ulang tahun. (met ultah oom Jero!)
Lalu tadi pagi saat among bangunin abang Marvel supaya pipis biar ga ngompol, diantara sadar-tidak sadar matanya mencari-cari aku. Waktu itu aku lagi persiapan mau produksi susu buat Jeo.
Saat matanya menatapku, abang hanya berujar sambil sedikit merengek “mama jangan kerja lagi yah?”. Bagai ditonjok hatiku, sediiiiiiih hati mendengarnya. Aku hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala, lalu abang tertidur kembali.
Saat dia bangun aku dah siap-siap mau berangkat kerja. Kami sedang diruang tamu ketika dia bicara “mama ini hari sabtu kan?mama libur kan?”, dengan suara tertahan dan senyum manis
dipaksakan aku jawab “besok hari sabtu, ini hari jumat sayang, sekarang masih tanggal 25 lihat dech di kalender masih hitam kan?”. Kemudian dia membalasku “jadi liburnya besok ya ma”. “Sini sayang mama hug”, kemudian dia menghampiriku aku memeluknya erat, menciumnya, abang tertawa, tertawa senang kemudian tertawa kegelian karena aku mulai menggodanya, abang senang ditemani mama tersayangnya. Sesaat dia bicara kembali, “mama tadi maem ko beyisik amat siy?” aku jawab iya soalnya mama nelpon Abang deket tante yang lagi nyanyi ……………………………………
ternyata anakku sudah besar, Tuhan……
Sebenarnya bukan kali ini saja Marvel berujar seperti itu. Sering. Bahkan sangat sering.
Suatu kali dia pernah berkata sambil bibir membentuk huruf n dan suara ditahan…
“mama gak usah kerja, among aja yang kerja, temenin abang mavel dan dede jeo”
lalu jawabku…
“kalau mama kerja, abang ga beli buku lagi”
dia menjawab…
“kan buku abang masih ada”
lalu jawabku…
“gak bisa beli mainan lagi”
jawabnya…
“kan mainan abang masih ada ma”
kembali ku jawab…
“kita ga bisa beli nasi donk, ga makan sayur bla..bla..”
abang jawab…
“among aja yang beli nasi, among aja yang beli sayu, among aja yang beli semuana…mama dirumah aja temenin abang Mavel sama dede Jeo”
lain waktu dia pernah menjawab…
“abang gak mau buku, gak mau mainan, gak mau kejutan, mauna sama mama aja temenin abang Mavel dan dede Jeo” kemudian mulutnya berbentuk n tanda akan datang hujan dimatanya dan diakhiri dengan tangisan yang memilukan hati ibu manapun didunia ini ………………………………
..Lalu aku terdiam sejenak
Kemudian mengalihkan perhatiannya …”abang kita melukis yuukk”
Dengan riang Marvel menjawab “ayyyuuuukkk ma, abang mau gambar binatang, ajarin ya ma”
Dalam warna-warni cat lukis anakku, aku berpikir jauh melintasi kertas dan gambar asal yang tertoreh… “aku mau berhenti kerja, mau sekali….tapi apa aku mampu jadi ibu rumah tangga sepenuhnya….pekerjaan yang sangat-sangat berat…bisakah aku Tuhan?…
Aku bingung…tapi aku ingin menemani anak-anakku dalam keseharian mereka, 24 jam bersama mereka, melihatnya tumbuh semakin besar dengan mata kepalaku sendiri. Andaikanpun sambil bekerja inginku hanya yang menyita seperempat - setengah dari porsi saat ini yang jelas tidak fleksibel.
Tapi apa aku bisa??? Apa aku bisa menanggung profesi ini tanpa keluhan nantinya??? Aku gak yakin, tapi aku ingin, tapi berat juga rasanya…
Sebenarnya, aku kerja untuk apa?…aku kerja untuk siapa?…apa terlalu egois Tuhan…???
Ah…aku bingung…
Suamiku sangat setuju
Aku jadi semakin bingung
Mampukah aku???
*Tuhan, tolong jawab semua ini…*
Recent love from: yoan ♥ Ibeth ♥ Febrie ♥
Filed under