Kembali pada-NYA

Pagi ini saya mendapat sms dari eda (red:ipar) saya yang mengabarkan berita duka telah berpulangnya Pdt. Tohap Sihotang ke Rumah Bapa di surga tadi malam jam 22 des pukul 21.30 WIB.

Duh, meskipun kami tau dia sedang sakit dan jantungnya sedang lemah, tetap aja saya seperti tidak percaya secepat itu dia kembali padaNya, tanggal 14 desember lalu dia masih khotbah di duta injil ambassador. Waktu itu beliau sudah dibantu oksigen tapi semangatnya tetap menyala. Selama 2 jam khotbah berdiri, hari itu dia melayani 4x ibadah minggu, meskipun disetiap rehat dibantu oksigen. Tanggal 20 desember beliau masih khotbah natal raya duta injil di senayan, waktu kami gak sempat datang ke senayan karena kami mengantar bapak, mama dan adikku ke pelabuhan menuju belawan, medan.

Dalam khotbahnya kali itu dia berpesan banyak, entah kenapa suamiku punya feeling sptnya ini khotbah terakhir yg dia dengar. Almarhum bilang waktu itu dia sudah dilarang dokter untuk keluar dari rumah sakit karena jantungnya hanya berfungsi 20% saja, tapi beliau masih menyempatkan diri berkhotbah di penjara, menyesalkan pembatalan khotbahnya di luar jawa karena keadaannya tidak memungkinkan. Minggu itu song leader mengajak dan memimpin jemaat untuk memdukung dalam doa kesehatan beliau sebelum khotbah dengan berdoa dan mengangkat tangan, hati saya sedih, mengharap muzizat, kami meleleh mendukungnya dalam doa. :(

Beliau meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak perempuan cantik dibawah 6 tahun. Dalam khotbahnya dia katakan “anak Tuhan jangan takut dalam menjalani hidup, sebab janji Tuhan sudah jelas dalam alkitab bahwa anak cucu orang benar tidak akan terlunta-lunta”, beliau melanjutkan meskipun beliau bahkan istrinya meninggal sekalipun beliau sangat percaya Tuhan pasti memelihara anaknya. Beliau juga katakan menangisi orang yang meninggal tidak berdosa, tetapi jangan mengangis seperti orang yang tidak berpengharapan, Yesus juga menangis sewaktu lazarus meninggal.

Sampai akhir hidupnya beliau terus semangat melayani Tuhan, beliau cuma bilang..yaa..paling-paling akhirnya ‘mati’, sudahlaah, terus semangat layani Tuhan, Tubuh ini milik Tuhan, kita hanya meminjam, kalau ada yang bilang kenapa begitu cepat pergi, bukan begitu cepat tapi kita yang pinjam kelamaan” selorohnya.
Ah selalu dia berguyon meskipun sakit, sesak napas dan lemas, tak ada kata mengeluh darinya, sampai akhir khotbahnyapun dia kuat berdiri tanpa kursi.

Sekarang beliau sudah senang bertemu Tuhan, majikan yang dilayaninya selama hidupnya. Saya bangga padanya, dia sudah menjadi berkat buat saya pribadi, buat keluarga saya dan buat orang banyak, juga orang banyak yang sering tidak diperhitungkan oleh masyarakat, banyak jiwa diselamatkannya, kepada siapapun dia bergaul, tidak menyimpan harta, hanya memberi, memberi dan memberi pun ketika tidak ada padanya. Hidupnya untuk memberi pada orang. Hidupnya selalu memberkati orang lain. Dia telah menjadi berkat dan menjadi inspirasi untuk orang lain bagaimana menjalani hidup, hidup yang mengandalkan Tuhan.

Tadi pagi saya dan suami saya datang ke rumah duka di rumah sakit cikini. Belum banyak yang datang, saat kami datang rombongan majelis dari hkbp jalan jambu sedang melayani ibadah keluarga yang ditinggalkan. Kami juga turut dalam ibadah itu. Saya pandangi istri beliau. Pilu. Sesekali dia menangis,saya sedih melihatnya. Semua orang yang hadir larut dalam kesedihan. Anak semata wayangnya tidak terlihat. Saya bayangkan bila saya di posisinya, pasti saya menggila, saya histeris, mungkin itu yang dimaksud almarhum dengan kata menangis dengan tidak berpengharapan. Tapi menurut saya istri beliau tegar sekali, karena kalau saya tidak mungkin bisa sepertinya. Ya Tuhan…kuatkan, beri penghiburan, kekuatan dan pemeliharaan sempurna untuknya dan putrinya Tuhan.

Duka cita mendalam kami jemaat yang pernah diberkati oleh firman yang disampaikan oleh Pdt Tohap Sihotang kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”
“Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya”
2 Timotius 4:7-8

Picture(443).jpgPicture(457).jpg
Almarhum Pdt Tohap Sihotang

Picture(361).jpg Picture(477).jpg Picture(460).jpg
Suasana ibadah dengan majelis hkbp jl. jambu, menteng

Picture(462).jpg Picture(466).jpg

update:
Jumlah pelayat sampai sore ini sangat buanyaakkkk, teman-teman beliau dari terminal sudah datang. Hmm, saya tidak terlalu heran sih, beliau ini sangat baik, dia sangat senang melayani orang-orang yang tidak terjangkau, anak-anak jalanan, preman-premanpun dilayaninya tanpa memandang suku.

Eh tiba-tiba saya ingat kata-katanya tanggal 14 desember lalu. Dia bilang, nanti kalau saya pergi duluan ke “rumah saya” di Surga, saya bersihkan rumput-rumput di “rumah” kalian. Dia ucapkan sambil tertawa dan jelas kamipun jemaat yang hadir tertawa mendengarnya, tidak disangka 8 hari setelah berkata itu, dia benar-benar pergi.

Selamat jalan Bp. Pendeta…
Seperti iman dan keyakinan Pak Pendeta, anak istri yang Bapak cintai pasti Tuhan peliharakan dan Tuhan jaga, terima kasih sudah memberkati melalui firman yang Bapak layani.
Sampai bertemu kembali Pak Pendeta…

Fyi:
Ternyata tulisan saya ini ada juga yang copas alias mengutip lho, gak nyangka juga hehee (ketawa heran apa ketawa geli sih gw?) ada perubahan sana-sini sih tapi masa isi hati saya, tanda petik dan koma sampe kutipan firman sama persis sih, apa hatiku dan hatinya sama yah?? :) paragrap 2,3,4,5,7 sama abesss plus bubuhan beberapa katanya sendiri, mbok ya kalau copas kan bisa colek2 saya dulu gituu :)
Jangan-jangan update FYI ini dia copas juga yah?? atau akhirnya menghapus copas-an saya? hmm…even better sih, soalnya tetep aja yang asalnya dari hati sendiri lebih original dan bagus kan? setuju sodara2?? :)

December 23, 2008 - 4:09 pm - Comments (1) - Permalink

Terima Kasih Tuhan . . .

Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan selama kita bergantung penuh padaNYA.
Terima kasih Tuhan atas ‘kesempurnaan’ yang telah KAU berikan buat kami
Give Thanks to The Holy Lord
Amen

Phisiknya tidak sesempurna saya, kamu, anda semua, tapi dia mampu melewati hidupnya dengan penuh semangat, sukacita dan berarti…

*UPDATE*
Karena banyak yang buka dan mengakibatkan kesulitan untuk bisa akses kesini (sothooy bgt ye), jadi saya menimbang dan memutuskan kalau mau lihat klip wonder man itu klik INI aja ya darlink…

Ok, tetap semangat & mari kita belajar bersyukur untuk setiap hal dalam hidup ini yaaaaaa . . .

November 6, 2008 - 1:47 pm - Comments (0) - Permalink